Tampilkan postingan dengan label tradisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tradisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Desember 2010

Ritual Berdarah Kaum Syiah

Ritual berdarah kaum Syiah. Hari Asyura adalah hari ke-10 pada bulan Muharram dalam kalender Islam. Hari ini diperingati sebagai bentuk penghormatan terhadap kesyahidan Husain bin Ali, cucu dari Nabi Muhammad yang terbunuh pada pertempuran Karbala tahun 61 H (680). Menjelang datangnya hari Asyura, umat Muslim Syiah biasa menggelar ritual berdarah dengan menyakiti tubuh mereka sendiri dengan cambuk pisau.


Kamis, 16 Desember 2010

Seni Menyeduh Teh Ala China

Kung Fu Cha. Pernahkah anda mendengarnya? Jika belum, kung fu cha ini bisa diartikan sebagai seni menyeduh teh ala China. Ya, karena bagi orang China, sejatinya minum teh itu bukan sekadar teh dicelupkan lantas disiram air panas, selesai. Bukan.
Bagi mereka, minum teh adalah suatu ajang mengikat tali persaudaraan, simbol permintaan maaf, penghormatan dan juga relaksasi. Karena saat menyeduh dan kemudian menikmati teh dengan santai adalah waktu dimana perbincangan mulai dari ringan sampai berat dilaksanakan.

Kung Fu Cha
Dan berikut akan saya ceritakan pengalaman saya ketika mengunjungi Kedai Siang Ming di Jakarta. Dimana Kedai Teh China tersebut tak pelit untuk berbagi informasi dan tips termasuk tata cara minum teh cina yang benar sehingga dapat menghasilkan cita rasa yang luar biasa enaknya.
Saya sendiri, pertama kali mendengar istilah Kung Fu Cha pada 2 tahun silam saat mengunjungi Siang Ming Tea di kawasan Bungur, Jakarta Pusat. Saat itu, Pemilik Tea House Ibu Suwarni dan anaknya Sutejo memberikan banyak sekali pencerahan pada saya tentang teh yang akhirnya membuat saya jatuh cinta.

Kamis, 09 Desember 2010

Festival-festival Unik Dari Berbagai Negara

Anda ingin menyaksikan hal-hal ekstrim dan aneh serta belum pernah dilihat sebelumnya? Dunia punya ratusan jenis festival dan selebrasi yang bisa mengundang decak keheranan kita.

Salah satu wilayah yang punya banyak sejarah festival adalah Amerika Latin dan Eropa. Festival sendiri diartikan masyarakat mereka sebagai suatu selebrasi sukacita dan perayaan untuk mengenang sesuatu. Tidak jarang tradisi itu berlanjut hingga ratusan tahun dan justru menjadi daya tarik pariwisata bagi turis mancanegara. Seperti contohnya Carnaval Rio de Janeiro yang terkenal di Brasil. Kini sedikitnya tiga juta pasang mata menyaksikan festival yang memadukan tarian, nyanyian hingga parade gadis-gadis cantik dalam kostum berwarna-warni di jalanan ibukota tersebut. 

El Colacho

Orang Tuban Makan Tanah Untuk Pengobatan

Menurut Rasima, pembuat ampo di Tuban, tidak ada resep khusus untuk membuat snack yang aneh ini. Semua yang dia lakukan adalah mencari tanah yang bersih, bebas kerikil, di sawah-sawah di desa itu, ditumbuk ke blok yang keras, dengan menggunakan tongkat, dan gulungan mengorek tanah itu, dengan pisau bambu. Gulungan tanah tersebut kemudian dipanggang selama satu jam. Rasima kemudian membawa makanan tersebut ke pasar di desa tersebut, di mana dia mendapatkan sekitar $ 2 (Rp 20.000,-), untuk menambah penghasilan keluarganya.

Tuban adalah satu-satunya desa yang memakan tanah di planet ini. Ada orang, di seluruh dunia, yang menikmati makan pasir, atau kaolin, tapi tidak tanah yang dipanggang. Penduduk desa percaya ampo adalah pembunuh rasa sakit yang alami, dan itu membuat kulit bayi lembut, jika dimakan oleh ibu yang sedang hamil.

rasa ampo tersebut, “tidak ada yang istimewa, rasanya dingin di perutku” kata salah satu penduduk setempat Tuban, yang telah makan ampo, sejak dia masih kecil.

Selasa, 07 Desember 2010

Membahas Tentang Cara Hidup Jepang


Orang Jepang selalu terlihat misterius. Mereka biasanya jarang tersenyum, kaku dan terlihat sering saling tingkah. Mengetahui ada apa dibalik kebiasaan yang sering dilakukan mungkin dapat sedikit menyibak kemisteriusannya.

Kimono, sumo, sumpit dan sake adalah empat hal yang selalu berkaitan dengan Jepang. Ketiga hal itu juga banyak mempengaruhi cara hidup mereka.


Kimono
Kimono misalnya, baju tradisional ini ternyata bukan sekedar penutup tubuh. Banyak falsafah hidup yang terkandung di dalamnya. Mengenakan kimono tidak boleh sembarang. Ada aturan baku yang harus diikuti. Tidak hanya itu, banyak hal unik yang dilakukan masyarakat berkaitan dengan hal-hal tersebut.

Senin, 22 November 2010

Ritual Kedewasaan Yang Ekstrim

6 Ritual Kedewasaan Paling Aneh dan Mengerikan di Dunia

1. Satere Mawe - Amazone
Jauh didalam pedalaman hutan Amazon ada sisi menarik dari ritual kedewasaan dari suku Satere-Mawe. Para pemuda dari suku Satere-mawe harus memasukkan tangan ke dalam "sarung tangan" yang terbuat dari anyaman yang penuh dengan semut peluru (bullet ant) untuk mencapai kedewasaan mereka.

Dan hal itu dilakukan selama kurang lebih 10 menit tanpa boleh berteriak dan dilakukan selama berulang kali, bahkan bisa mencapai 20 kali. Semut-semut diletakkan di sarung tangan yang terbuat dari anyaman tumbuhan, dengan taring sengat mengarah ke dalam.

Sebelumnya semut-semut tersebut telah di berikan cairan yg membuat semut-semut tak sadarkan diri. Setelah semut-semut tersebut sadar, dimulailah ritual tersebut .

Selasa, 16 November 2010

Tradisi Potong Jari Di Papua


Apakah ungkapan kesedihan yang dipertunjukkan oleh seseorang yang kehilangan anggota keluarganya. Menangis, barang kali itu yang paling sering kita jumpai. Bagi umumnya masyarakat pengunungan tengah dan khususnya masyarakat Wamena ungkapan kesedihan akibat kehilangan salah satu anggota keluarga tidak hanya dengan menangis saja.

Biasanya mereka akan melumuri dirinya dengan lumpur untuk jangka waktu tertentu. Namun yang membuat budaya mereka berbeda dengan budaya kebanyakan suku di daerah lain adalah memotong jari mereka.

Hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh para Yakuza (kelompok orangasasi garis keras terkenal di Jepang) jika mereka telah melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh organisasi atau gagal dalam menjalankan misi mereka. Sebagai ungkapan penyesalannya, mereka wajib memotong salah satu jari mereka. Bagi masyarakat pengunungan tengah, pemotongan jari dilakukan apabila anggota keluarga terdekat seperti suami, istri, ayah, ibu, anak, kakak, atau adik meninggal dunia.




Pemotongan jari ini melambangkan kepedihan dan sakitnya bila kehilangan anggota keluarga yang dicintai. Ungkapan yang begitu mendalam, bahkan harus kehilangan anggota tubuh. Bagi masyarakat pegunungan tengah, keluarga memiliki peranan yang sangat penting. Bagi masyarakat Balim Jayawijaya kebersamaan dalam sebuah keluarga memiliki nilai-nilai tersendiri.

pemotongan jari itu umumnya dilakukan oleh kaum ibu. Namun tidak menutup kemungkinan pemotongan jari dilakukan oleh anggota keluarga dari pihak orang tua laki-laki atau pun perempuan. Pemotongan jari tersebut dapat pula diartikan sebagai upaya untuk mencegah 'terulang kembali' malapetaka yang telah merenggut nyawa seseorang di dalam keluarga yang berduka.

Seperti kisah seorang ibu asal Moni (sebuah suku di daerah Paniai), dia bercerita bahwa jari kelingkingnya digigit oleh ibunya ketika ia baru dilahirkan. Hal itu terpaksa dilakukan oleh sang ibu karena beberapa orang anak yang dilahirkan sebelumnya selalu meninggal dunia. Dengan memutuskan jari kelingking kanan anak baru saja ia lahirkan, sang ibu berharap agar kejadian yang menimpa anak-anak sebelumnya tidak terjadi pada sang bayi. Hal ini terdengar sangat eksrim, namun kenyataannya memang demikian, wanita asal Moni ini telah memberikan banyak cucu dan cicit kepada sang ibu.

Pemotongan jari dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang memotong jari dengan menggunakan alat tajam seperti pisau, parang, atau kapak. Cara lainnya adalah dengan mengikat jari dengan seutas tali beberapa waktu lamanya sehingga jaringan yang terikat menjadi mati kemudian dipotong.

Namun kini budaya 'potong jari' sudah ditinggalkan. sekarang jarang ditemui orang yang melakukannya beberapa dekade belakangan ini. Yang masih dapat kita jumpai saat ini adalah mereka yang pernah melakukannya tempo dulu. Hal ini disebabkan oleh karena pengaruh agama yang telah masuk hingga ke pelosok daerah di Papua.

Sumber= http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?t=120030
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...