Tampilkan postingan dengan label global warming. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label global warming. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Desember 2010

2010,Suhu Bumi Terpanas Sepanjang 130 Tahun Terakhir


Tahun meteorologi 2010, yang berakhir 30 November lalu adalah tahun terpanas sepanjang 130 tahun terakhir. Kesimpulan itu  dilansir oleh NASA. Badan antariksa Amerika Serikat itu mencatat bahwa rata-rata temperatur global baik di darat ataupun laut mencapai 14,64 derajat Celcius.

Dibanding tahun 1951 dan 1980, periode yang umum digunakan oleh ilmuwan sebagai basis perbandingan, tahun 2010 tercatat lebih panas hingga 0,65 derajat Celcius.

Senin, 13 Desember 2010

Serigala Dan Beruang Kutub Akan Punah

Semuanya berangkat dari pemanasan global. Suhu Bumi menanjak, es di kutub, utara maupun selatan, mencair. Jadilah, beruang kutub (Ursus maritimus) pun masuk dalam kategori terancam oleh International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) sejak 2006 lantaran habitatnya menyusut drastis. Saat ini, beruang kutub di alam jumlahnya sekitar 20.000 ekor.

Artik Tidak Akan Pulih

Tanda-tanda berlangsungnya perubahan iklim yang muncul di Arktik diperkirakan akan permanen. Tanda-tanda tersebut, antara lain, adalah semakin menghangatnya atmosfer di kawasan Arktik, menciutnya luasan es, dan mencairnya gletser.
Demikian, antara lain, isi laporan dari sejumlah ilmuwan. Sejumlah ilmuwan dari AS, Kanada, Rusia, Denmark, dan beberapa negara lain mengatakan, "Kemungkinannya kecil bahwa Arktik bisa kembali ke kondisi semula."

Global Warming : Pelepasan Karbon Dari Lautan Bertambah

Upaya mengurangi emisi gas rumah kaca di atmosfer harus segera dilakukan jika ingin menghindari percepatan pemanasan global dan perubahan iklim yang tidak terkendali. Potensi tersebut meningkat karena pelepasan gas rumah kaca dari laut terus bertambah.
Staf pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB, Alan F Koropitan, menjelaskan, air lautan di seluruh dunia berotasi terus-menerus dari perairan utara Bumi—antara lain Laut Atlantik—ke perairan selatan Bumi, seperti Laut Antartika.
”Dan, air laut di seluruh dunia menyerap karbon, baik karbon di dalam partikel yang masuk ke lautan maupun karbon yang ada di atmosfer. Karbon dalam partikel akan terdekomposisi menjadi karbon yang terlarut dalam air laut. Seluruh karbon terserap akan tersimpan dalam massa air laut lapisan dalam. Jika kondisinya normal, lebih banyak karbon yang diserap laut daripada yang dilepaskan,” kata Koropitan di Belawan, Selasa (7/12).

Sabtu, 11 Desember 2010

Efek Global Warming Pada Gunung Himalaya

Ríos helados en el Himalaya 1


efek PEMANASAN GLOBAL : perubahan gunung HIMALAYA ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...